Comparing the Indonesian Kurikulum 2013 with the Australian Curriculum: Focusing on science for junior secondary schools

Michael Michie

Abstract


The introduction of a new curriculum in Indonesian schools seeks to bring about changes in Indonesian society as well as the students’ knowledge base. The curriculum is based on two layers of competencies – Core Competencies and Basic Competencies. Core Competencies are applicable at all year levels and for all subjects. They include religious and social attitudes as well as knowledge, skills and the application of knowledge. The science curriculum for junior high school is promoted as integrative science, and some of the basic competencies demonstrate a cross-curriculum approach more successfully than others. Comparison with the Australian Curriculum: Science reveals a number of similarities as well as differences. Content is similar, as are key ideas and skills, and each curriculum has its approach to assessing achievement. Sustainability is a major cross-curriculum feature of both curricula. The introduction of Kurikulum 2013 has not been without controversy, with schools using the previous curriculum while Kurikulum 2013 undergoes further trialling.

Perbandingan Kurikulum 2013 Indonesia dengan Australian Curriculum: Dengan fokus pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Penerapan kurikulum baru untuk sekolah Indonesia tampak menghasilkan perubahan pada masyarakat Indonesia begitu juga pengetahuan peserta didik. Kurikulum bebasis pada dua jenjang kompetensi – Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti diterapkan untuk setiap kelas dan setiap mata pelajaran, serta meliputi kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan dan penerapan pengetahuan. Kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dimajukan sebagai integrative science, dan pendekatan antar-kurikulum ditunjukkan untuk beberapa kompetensi dasar dengan lebih keberhasilan daripada kompetensi dasar lain. Perbandingan untuk Australian Curriculum: Science [Kurikulum Australia: IPA] menyingkapkan beberapa persamaan dan perbedaan. Konten adalah kesamaan, juga ide pokok dan keterampilan, tetapi penilaian prestasi ditinjau secara berbeda pada setiap kurikulum. Keberlanjutan adalah prioritas antar-kurikulum pada kedua kurikulum. Penerapan Kurikulum 2013 sudah controversial. Mendikbud yang baru mengizinkan sekolah menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP), kurikulum lama, selama Kurikulum 2013 diuji lebih lanjut.



Keywords


Indonesian Kurikulum 2013; Australian Curriculum; integrative science; competencies; national curriculum

Full Text:

PDF